Angkatan lawas banyak yang tidak tahu kalau Smatri berubah jadi Smatrim. Sebaliknya, generasi baru juga tidak tahu kalo Smatrim sebelumnya adalah Smatri. Kenapa berubah?
Ada komentar di blog ini yang mengingatkan kalo nama Smatri sudah berubah jadi Smatrim. Ah masa sih begitu? Ternyata memang benar, baliho woro-woro reuni pun menggunakan kata Smatrim. Saya sampai memandang lama baliho ini. Menduga-duga huruf “m” sebagai tanda petik buat variasi tulisan. Eh ternyata memang benar-benar “m”. Ya, Smatri sudah berubah jadi Smatrim.
Konon Bu Hadiastuti, Kepsek yang mengingatkan kalo “nick name” SMA Trimurti adalah Smatrim, bukan Smatri lagi. Karena Smatri diidentikkan dengan SMA Tiga. Ah, masa sih? Saya rasa sejak era 80an justru nama Smatri sudah sangat populer sebagai nick name SMA Trimurti. Maklum, SMA Trimurti saat-saat itu sudah menjadi sekolah favorit dengan status “Disamakan.”
Nick name yang berubah-ubah sebenarnya juga terjadi pada SMA 2. Dari Smada, pernah berubah jadi Smuda. Lalu haruskah nick name berubah? Bisa-bisa saja karena mengikuti perubahan kekinian, terutama perubahan nama sekolah. Hanya saja, rasanya kalau Smatri harus berubah jadi Smatrim rasanya aneh-aneh saja (terutama bagi angkatan lawas). Apalagi Smatri (sekalipun tidak dipatenkan) punya makna historis.
26 November 2008 pukul 1:29 pm |
aku juga bingung..sama dengan anda. anda angkatan 88 ya, aku angkatan 89
1 September 2009 pukul 12:07 pm |
Saya salut dg bang moelan Muhammad, kegigihannya dan pengorbanan waktunya untuk menjembatani tali silaturahmi terhadap alumni SMA Trimurti. Bang Moelan ..andaikan mau..tolong hubungi bagian tatausaha, minta berkas nama2 siswa SMA Trimurti th 88/89/90. Namanya,kelas,dan kalau bisa alamatnya..OK..bos ?