ONCE UPON A TIME IN CHINA

Nggak puas sama Kembang Jepun dan Pasar Atom, Smatriers ternyata paling doyan “jalan-jalan” ke Negeri Tirai Bambu. Satrio, Nunung Subandi, Ali Baraja, Haykel beberapakali jadi yang paling ireng di Cina. Emangnya kulakan apa sih arek-arek iki…?

CINA MEDIO APRIL 2008 (SATRIO)
Business trip (BT) kali ini sangat berbeda dengan beberapa BT yang pernah saya lakukan. Bedanya, kali ini semua arrangement (visa, tiket, fiskal, hotel, makan, dll.) dilakukan dan ditanggung Client (TPPI), dan saya benar2 non-stop menemani Client selama BT ini.
Tujuan BT kali ini adalah melakukan assessment untuk kualifikasi vendor Pressure Vessels dan Air Fin Cooler. Saya diminta untuk meng-assess kemampuan vendor (secara technical, kapasitas dan scope of supply) sebagai dasar pertimbangan Client.

A. Jakarta – Singapore – Shanghai
Hari pertama BT saya dimulai dengan brangkat dari Cengkareng Apt dgn Singapore Airlines jam 8 malam di Sabtu 5 April ’08. Pesawat yg digunakan seperti biasa… Boeing 777-300 yg disebut Jubilee, dengan ketepatan waktu yang sangat baik dari SQ, baik waktu berangkat dari Jkt, maupun waktu berangkat dari Changi pada jam 1 dini hari (Minggu) untuk tiba di Pudong Int’l Airport Shanghai jam 6:30 paginya.
Perjalananan dengan overnight flight seperti ini memang bagus pada efisiensi waktu, tapi karena penerbangan 5 jam, waktu tidur selama penerbangan sangat terbatas cuma 3 jam. Bayangkan, take-off jam 1:15 malam dari Changi, dibagikan snack/drink malam dulu, nonton personal movie (KrisWorld) dulu, baru bisa tidur jam 2. Baru juga lelap tidur udah dibangunkan lagi untuk breakfast jam 5, sekalian persiapan landing jam.

Sampai di Shanghai, saya harus keluar dulu untuk berganti penerbangan domestik ke Dalian. Wah, Pudong In’t Airport ini termasuk megah dan besar. Material yang digunakan juga terkesan mewah. Silahkan simak 2 foto berikut di Pudong-Shanghai. (rada malu nih kalo dibandingkan sama Soekarno-Hatta Airport di Cengkareng)

B. Shanghai – Dalian

Hanya sempat istirahat dan menunggu selama 1,5 jam… langsung lanjut dgn China Eastern (Airbus A321) dari Shanghai ke Dalian, dan tiba sekitar jam 11:30 siang. Di Dalian sudah dijemput oleh rekanan Client dengan mobil Mercy ML500. Gile nih orang2 di China pada tajir2 semua ya… Selama perjalanan dari Dalian Apt ke Hotel juga terlihat banyak sekali mobil2 bagus berkeliaran, mayoritas VW yg diassembly lokal yg juga dipakai perusahaan2 taxi.

Gedung2 tinggi bermunculan dimana2 dgn wajah modern yg jelas sekali terlihat baru dibangun 1-2 tahun belakangan. Benar2 China sudah merubah wajah negerinya dalam waktu 10 tahun dengan drastis. Jumlah gedung tingginya bisa 2x lipat di Jakarta, padahal luas Dalian paling hanya 1/2nya Jakarta. Berikut saya attach foto situasi dari kamar Swissotel di Dalian, serta waktu di jalan sedang buntutin rekanan Client dengan ML500-nya.

Di Dalian selama 4 hari, kegiatan saya bener2 dikawal Client. Pagi setelah breakfast langsung berangkat ke vendor factory untuk shop visit/survey pada hari Senin. Pulang jam 6 sore ke hotel, hanya sempat taruh tas laptop & dokumen untuk langsung dibawa dinner. Hampir setiap hari kegiatannya sama, hanya diselingi oleh meeting dgn vendor, meeting Client dan meeting sendiri. he..he..he..

=> Tips: kota Dalian lebih cocok untuk untuk kegiatan bisnis dan industri. Di sini banyak sekali pabrik dan kegiatan industri lainnya, yang langsung diekspor melalui Dalian Port. Petro China (oil state company terbesar ke-2 di China) memiliki Refinery Plant terbesar kedua di Dalian.

Untuk melakukan trip ke China (Beijing, Shanghai, Dalian & kota2 besar lainnya) sebaiknya dilakukan dengan tour/travel. Walaupun semua fasilitas dan sarana tersedia (public bus, subway train, taxi, hotel), tapi sangat sedikit orang China yg bisa berbahasa Inggris. (saya saja ditemani penerjemah waktu meeting dengan vendor karena bahasa Inggris mereka yg terbatas)

Tips lain untuk makanan, walaupun international chain restaurants banyak di China, tapi ada baiknya memilih resto fastfood (McD, KFC, Yoshinoya). Walaupun makan junkfood, tapi paling tidak akan aman untuk menghindari makanan haram, terutama bagi yg muslim. (temen saya bilang: “di China cuma ada 2 jenis makanan, kalo gak mengandung babi… ya mengandung babi banget.” he..he..)
Tapi jangan kuatir juga, kalo ditemani orang lokal maupun pakai jasa tour/travel, kita tentunya akan dibawa ke resto2 yg menyediakan makanan halal. Paling tidak resto seafood banyak di sana dan sangat populer.

C. Dalian – Harbin – Dalian

Hari Rabu sore (9 April), saya melanjutkan perjalanan ke Harbin, kira2 memakan waktu 1,15 jam dari Dalian dengan menggunakan Shenzen Airlines (Boeing 737). Sampai di Harbin sudah malam dan langsung masuk hotel untuk check-in dan istirahat. Besok paginya baru dijemput vendor dari hotel ke factorynya yg berada di luar kota Harbin.

Sepanjang jalan, pemandangan yang sama seperti di Dalian juga saya lihat di Harbin ini. Banyak gedung tinggi dan bagus, serta mobil2 baru dan mewah berkeliaran. Silahkan simak foto yg sempat saya ambil di Harbin.

Setelah 1 hari shop visit, meeting dan dijamu dinner oleh vendor, keesokan Jumat paginya saya langsung balik ke Dalian lagi karena sudah ditunggu siangnya untuk meeting dgn Client, sbg Summary Meeting dari BT yg dilakukan.

=> Tips: kota Harbin termasuk kota campuran. Bisa cocok untuk melakukan perjalanan wisata ke sini, karena ada beberapa objek pariwisata. Landscapenya mirip2 Surabaya yang datar2 saja dan luasannya juga mirip. Tapi bedanya di Harbin banyak gedung tinggi yg jumlahnya juga bisa 2x lipat dari gedung tinggi di Jakarta.
Tapi sama dengan kota lainnya, silahkan gunakan tour/travel untuk kenyamanan Anda selama melakukan perjalanan wisata di China.

D. Dalian – Changi – Jakarta

Tiba saat kepulangan di hari Sabtu jam 6 sore untuk menuju ke Shanghai-Pudong Airport. Kepulangan ini juga rada buru2 setelah meeting di pagi dan siang harinya. Berangkat jam 6:45 dari Dalian dan tiba jam 7:45 di Shanghai. Tapi karena flight ke Singapore masih jam 12 malam, check-in counternya belum buka… dan alhasil hanya nunggu di outside waiting room selama 2 jam, untuk kemudian nunggu take-off di departure area selama 2 jam lagi. Benar2 saya gak punya waktu untuk sekedar sightseing di Shanghai… (next time might be…)

=> Tips: Kalo ingin berwisata ke China, sebaiknya pilih kota2 tujuan wisata yg langsung bisa mengunjungi banyak tempat. Jika ke Beijing, bisa ke Great Wall dan national zoo yang ada giant pandanya, dan juga tidak terlalu jauh dari Shanghai.
Tujuan lain yg menarik tentunya ke Hongkong yang penuh dengan atraksi wisata dan ada Disneyland. Selain itu Shenzen juga menarik, dengan miniatur kota2 di dunia (seperti Taman Mini).

CINA 2006 (ALBAR)
Kira2 2 tahun yg lalu sy ke beijing, waktu itu sy lihat pameran dan memang sy fokus disana shg tdk sempat ke great wall dll. Cuman sy sempat belanja disana tepatnya di silk market namanya dan sangat terkenal di beijing spt pasar turinya sby atau yg modern saat ini adalah ITC mangga dua. Cuman tokonya bagus sekali dan bersih and semua pedagangnya menggunakan seragam rompi yg sama. Tetapi jgn sekali2 menawar brg disana sekali menawar akan dikejar terus sampai beli bahkan sampai menarik-narik lengan baju kt.

Uniknya mereka menawarkan dg harga yg sangat mahal dan membuat kita perlu waktu,pikiran dan tenaga serta akhirnya capek tawar menawar. Jgn sampai kita terjebak tawaran mereka. Dan anehnya semua yg dijual dari mulai pakaian,tas,arloji dll semuanya bermerk terkenal eropa & usa dan tdk ada yg melakukan razia. Utk sebuah kaos ditawarkan dg hrg 2000 yuan atau sama dengan Rp 2 jt.

Tetapi dg tawar menawar yg sangat alot dan hrs disertai dg keberanian menawar layaknya pejuang 45. Bayangin kt sendirian bs2 ditawur org satu pasar. Akhirnya kemenawangan tetap pd wong suroboyo yg berani menawar spt beraninya pejuang 45. Dari harga barang 2000 yuan bs menjadi 50 – 100 yuan. Disitulah kalau kt sdh berhasil menawar kita sangat puas atas kemenangan tsb. Padahal itu adalah trik mrk agar dapat pembeli yg tdk berani menawar.

Tetapi yg sy heran disana sedikit sekali saya temui pengemis. Semuanya pd kerja setidak2nya jualan kaos kaki dan CD yg ditawarkan di jalan2. Bahkan sy melihat diwaktu itu sore sampai malam sejumlah wanita dg diawasi oleh mandor sdg mengecat pagar jalan atau trotoar dg warna putih. Luar biasa pemandangan tsb berarti pemerintahnya berusaha mengadakan pekerjaan utk menurunkan pengangguran tdk sekedar membagikan BLT spt ditempat kita. Bahkan sy yakin para penjual di silk market pasti mendapatkan subsidi dr pemerintah shg bs menjual dg harga yg murah.

Apa mungkin dg keuntungan yg kecil tsb mrk bs hidup dan bayar stand toko yg lumayan mewah? Mungkin mrk diberi cuma2 oleh pemerintahnya agar mau berdagang dan tdk nganggur. Luar biasa ya.

Satu Tanggapan to “ONCE UPON A TIME IN CHINA”

  1. Cak Didik Says:

    Pengalaman bisnis trip selanjutnya, kalo bisa dibumbui foto-foto seperti bisnis trip ke Eropa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: