NONTON LIGA INGGRIS BAYAR RP 1,7 JUTA!

Siarang langsung Liga Inggris (English Primeir League/EPL) sudah tidak ada di Astro. Tapi harapan nonton gratis di TV swasta juga sirna. EPL malah masuk jaringan TV berbayar baru; Aora TV. Bayarnya harus 1 tahun langsung: Rp 1,7 juta! Lolos dari kandang harimau, masuk kandang buaya…

Dari rilis jadwal program bulan Agustus 2008, jadwal EPL berubah jadi acara tenis. Sebaliknya www.aora.tv sudah memastikan bakal menayangkan EPL, Liga Prancis dan Liga Belanda. Naasnya, untuk berlangganan Aora TV bandrolnya tidak lebih baik dari Astro.

Jika dulu Astro memberi bandrol Rp 200 ribu, sekarang Aora TV mewajibkan harus bayar 1 tahun penuh sebesar Rp 1,7 juta! Biaya ini sudah termasuk biaya pemasangan (Rp 200 ribu), PPN 10%. Pertandingan Liga Inggris sudah bisa disaksikan mulai pekan kedua musim kompetisi 2008/2009. Tapi sayangnya, sampai memasuki pekan kedua masih belum terlalu benderang bagaimana berlangganan Aora TV, karena dari laman resmi Aora TV hanya mencantumkan dealer Jakarta dan sekitarnya saja.

Persoalan lain yang muncul adalah wanprestasinya Astro yang “membujuki” pelanggan dengan koar-koar memiliki hak EPL hingga tahun 2010. Bisa dimaklumi, pelanggan yang dulunya meninggalkan Indovision ke Astro demi EPL, bakal kecewa berat dan berpeluang menuntut secara hukum Astro. Hiburan pelipur lara paling-paling cuma Liga Champions yang “direbut” dari RCTI. (Shit! Nonton Champion League harus bayar lagi) Kondisi ini memang tidak lepas dari pecahnya kongsi kerjasama Astro Indonesia dengan grup Lippo.

Bayangkan saja budget untuk nonton sepakbola di TV sekarang jadi MUUAAHAALL. Kalau sudah begini, kayaknya mending nonton Persik, Persebaya atau Arema saja deh…

Satu Tanggapan to “NONTON LIGA INGGRIS BAYAR RP 1,7 JUTA!”

  1. Cak Di Says:

    Lebih enak nonton sepak bola di kampung. Gak bayar, ada bonus lihat orang marah-marah. Gara-gara bolanya ketendang ke arah jendela rumahnya dan kacanya pecah.
    Ingat masa waktu SD. Main bola di halaman sekolah pas jam istirahat. Pas saya yang nendang, bolanya masuk ke ruang guru. Bolanya jatuh ke kepala guru-guru. Ada pak guru yang langsung keluar ruang guru sambil bawa bola plastik dan pisau. Bola plastik hasil urunan Rp.10 per-anak dibelah jadi 2. Semuanya dipanggil dan disetrap sampai pulang sekolah.
    Besoknya, saya beli bola plastik baru untuk gantiin bola yang dibelah jadi 2 oleh pak Guru. Main lagi. Dasar masih anak SD, gak ada kapoknya.
    Besoknya lagi, Ibu saya dipanggil ke sekolah. Guru-guru pada kaget setelah Ibu saya datang. Ternyata pada kenal semua. Wong Ibu saya juga guru SD. Ternyata anak temen sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: