KOKO: DOKTER BILANG BULU MATAKU LENTIK

“Bulu matanya lentik,” kata dr Fauziah. Entah untuk menenangkan diriku yang akan dioperasi atau memang untuk memuji, aku jadi merasa lebih rileks sebelum dokter wanita lajang berdarah Aceh- Padang ini akan mengobok-obok mata kananku di sebuah ruang operasi RS Mata Aini Jakarta, Kamis 4 September 2008.

Siapa sih yang tidak tegang dengan kata ‘operasi’? Sekecil apapun sebuah operasi, tapi sedari kecil kita sudah ditakutkan dengan kata ‘operasi’. Makanya, aku juga agak deg-degan juga. Namun dengan tekad ingin sembuh dari masalah glaukoma (katarak) pada mata kanan, aku beranikan diri.

“Kalau semua pasien seperti bapak, pasti akan menyenangkan,” ujar dr Fauziah lagi. Maksudnya, aku bukan tipikal pasien yang rewel dan penakut. Karena banyak di antara pasien yang akan menjalani operasi sering bergerak-gerak tak karuan setelah matanya ditetesi cairan. Bahkan ada yang sampai pingsan!

Sebelum dr Fauziah menanganiku, lebih dulu ada dokter anestesi. Mungkin dibantu suasana yang tentram, ketakutankui sirna. Sampai akhirnya di meja operasi, hanya menyebutkan azma Allah itu yang membuatku tentram. Sedikit gugup dengan pasrah segalanya berjalan lancar. Setelah pembiusan lokal, aku “diserahkan” ke dr Fauziah.

Setelah 45 menit mata kananku diobok-obok, tuntas sudah operasi katarak ini. Lebih cepat dari yang kuduga sebelumnya. Minus di mata kananku yang sebelumnya 18,5, kini hanya tersisa minus 1. Sedangkan mata kiriku stabil di angka minus 8.

Aku memang sudah bertekad bulat menjalani operasi Rp  8 jutaan ini, meskipun kantor tidak “mendukung.” Gangguan pada mata ini pula yang dulu pernah menggagalkan jalanku masuk Unicol (Chevron). Aku gagal melewati tes kesehatan di RSPP. Setelah itu aku juga pernah mencoba pengobatan alternatif (tanpa operasi) untuk mataku. Tapi progresnya terasa lambat. Sampai akhirnya 4 Agustus 2008, aku divonis harus operasi.

Saran saya buat teman-teman Smatri, jangan abaikan jika ada gangguan pada mata. Apalagi katarak biasanya menyerang usia 40an (tapi ada juga seorang bayi yang terserang katarak). Tindakan medis menurut saya adalah cara terbaik daripada berharap pada pengobatan-pengobatan alternatif.

Dan jangan segan menahan sinar ultraviolet dengan kacamata hitam. Karena kacamata hitam bukan sekedar buat bergaya, tapi memang untuk kesehatan mata kita.

Rasanya plong banget. Sekarang aku jadi lebih puas nonton TV. Bisa baca dengan posisi menunduk. Hahaha, meskipun bukan mata bionik seperti kata Cak Eko Budiman, sekarang aku juga lebih cling melihat perempuan-perempuan cantik. Kini, aku juga baru menyadari bahwa istriku lebih cantik dari yang kukira.

Akhirnya, saya: Achmad Widjanarko alias Koko alias Bon Jovi berserta keluarga, mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Smatri, khususnya komunitas dunia maya atas doa dan suportnya.

2 Tanggapan to “KOKO: DOKTER BILANG BULU MATAKU LENTIK”

  1. pengobatan alternatif mata minus Says:

    Selamat ya.. Operasinya berjalan lancar…

  2. pengobatan alternatif mata minus Says:

    nice artikel…
    thanks ya atas infonya….
    sangat bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: