1001 Kisah Pak Guru Sugeng

Dibandingkan Budi Anduk (Tawasutra), Pak Guru Sugeng jauh lebih lucu. Apalagi kalau cuma dibandingkan dengan Mak Bongky. Humornya khas, lugas dan bukan humor text book. Berikut kumpulan kisah nyata Pak Guru Sugeng. (Sebenarnya versi monolog jauh lebih dahsyat dan bombastis)

Mbah Meninggal

Adik Pak Guru Sugeng sekolah di sebuah sekolah tempat Pak Guru Sugeng mengajar. Pada suatu hari Adiknya Pak Sugeng tidak masuk sekolah. “Tidak masuk sekolah karena mbah saya meninggal dunia,” begitu isi surat izin dari sang adik.
Tak pelak, Pak Guru Sugeng mendapat ucapan bela sungkawa dari segenap guru-guru.
“Lho…lho… ada apa ini?” tanya Pak Guru Sugeng.
“Mbah sampeyan ‘kan meninggal Pak…kami para guru ikut berduka cita,” jawab rekan guru-guru yang lain.
“Ngawur!,” bantah Pak Guru Sugeng.
Kontan saja sang adik dicecar pertanyaan soal “Mbah yang meninggal dunia”
“Kamu bilang kalau gak masuk sekolah karena Mbah meninggal ya!” bentak Pak Guru pada adiknya.
“Kan bener…Mbah meninggal…tiga tahun lalu..” jawab sang adik tanpa perasaan bersalah.

Menunggu Kelahiran

Namanya suami yang baik, begitu istri masuk kamar bersalin, Pak Guru Sugeng mulai khusyuk berdoa agar kelahiran jabang bayi dimudahkan. Eh ketika sedang khusuk berdoa, Bu Sugeng tiba-tiba keluar dari kamar persalinan dan masih ngobrol biasa.

“Oh ternyata masih lama persalinannya,” gumam Pak Guru Sugeng setelah melihat istri tercintanya keluar dari kamar bersalin.
Merasa masih lama, Pak Guru Sugeng menghentikan doa-doanya dan memilih makan di warung.
Tak dinyana ketika kembali ke rumah sakit, Pak Guru Sugeng mendapat ucapan selamat dari perawat,”Anak Bapak laki-laki!”
“Pak…pak…tadi doa apa???? Kok melahirkannya sakit banget??” tanya istrinya.
“Eh oh…tadi belum berdoa, aku tinggal makan,” kata Pak Sugeng gelagapan.
“Ohh…gitu ya…istri melahirkan ditinggal ke warung,” cecer Bu Sugeng.
“*^*AJ__!^&%*,” Pak Sugeng ketakutan.

Nama Anak

Anak pertama Pak Guru Sugeng diberi nama Aldino

“Wuih nama anak Pak Guru kok keren…” kata Aviva, teman lamanya.
“Aldino itu ada artinya lho; Alhamdulilah Dia Nongol”
Busyeeettt…

Ongkos Buka Taksi

“Nak, nanti kalau kamu diwisuda ajak Ibu naik taksi ya,” kata Ibu kepada Sugeng.

“Tapi kalau nanti naik taksi, jangan mau dibukakakan pintu taksinya ya..” tambah sang ibu.
Yah lumayan ngirit, karena zaman dulu ada kalimat “Ongkos buka pintu Rp 4.000”

Bagusan Sapi

“Bapak sapi!” teriak anak Pak Guru Sugeng.

Pak Guru Sugeng diam saja menghadapi anak-anaknya yang nakal.
“Bapak dibilang sapi sama anaknya kok diam saja, marahi dong!,” kata Bu Sugeng.
“Biarin deh. Masih mending sapi, kemarin aku dibilang ‘Bapak Gorila’,” sahut Pak Guru Sugeng.

Simbiosis Parasitisme

“Apa yang dimaskud simbiosis parasitisme?” tanya Pak Guru Sugeng.

“Simbiosis menguntungkan satu pihak, tapi merugikan pihak lain,” jawab murid.
“Coba kamu beri contoh?” tanya Pak Guru lagi.
“Makan soto tapi gak bayar Pak,” jawab murid sekenanya.
(Waduh…Pak Guru Sugeng kena karma…)

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: